Pemerintah Provinsi Gorontalo menunjukkan kinerja keuangan yang luar biasa kuat sepanjang Tahun Anggaran 2025.
Berdasarkan laporan realisasi anggaran per 5 Desember 2025 yang disampaikan dalam Rapat Monitoring Realisasi Belanja Daerah Kemendagri, Rabu 10 Desember 2025. Di bawah kepemimpinan Gubernur Gusnar Ismail dan Wakil Gubernur Idah Syahidah Rusli Habibie, Provinsi Gorontalo mencatatkan capaian pendapatan yang nyaris sempurna, melampaui target pada komponen utama.
"Total pendapatan daerah Provinsi Gorontalo mencapai Rp 1,667 triliun, atau 99,02% dari target yang ditetapkan sebesar Rp 1,683 triliun," papar Kepala Badan Keuangan Provinsi Gorontalo, Sukril Gobel.
"Prestasi terbesar dicatatkan pada pos Pendapatan Asli Daerah (PAD) yang melejit hingga 106,34%. Realisasi PAD mencapai Rp 438,64 miliar dibandingkan anggaran Rp 412,49 miliar," tambahnya.
Capaian ini memperkuat kemandirian fiskal daerah dan didorong oleh langkah-langkah strategis di sektor pajak, khususnya Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).
Pemprov Gorontalo melalui Badan Keuangan meluncurkan serangkaian inovasi pelayanan yang siap melayani wajib pajak di luar jam kerja, bahkan saat weekend dan hari libur.
Inovasi layanan tersebut meliputi, Warkop SAMSAT, Samsat Weekend, Samsat Midnight, Car Free Day (CFD), dan Samsat Keliling yang menjangkau hingga tingkat kecamatan dan desa. Selain itu, Pemprov juga memberikan insentif berupa pembebasan denda dan pemotongan pokok PKB, serta insentif yang lebih besar bagi kendaraan usaha (ojek online/ offline) dan penyandang disabilitas, menunjukkan keberpihakan kepada kelompok rentan.
Dari sisi Pendapatan Transfer, realisasi juga sangat tinggi, mencapai 95,93% atau Rp 1,219 triliun, yang mencerminkan koordinasi yang kuat dengan pemerintah pusat.
Sementara itu, dari sisi belanja, Pemprov Gorontalo menorehkan realisasi sebesar 78,30% (Rp 1,381 triliun dari pagu Rp 1,764 triliun). Angka ini menunjukkan pengelolaan belanja yang disiplin, efektif, dan terukur, yang bertujuan memastikan pelaksanaan program berjalan tepat sasaran dan menghindari pemborosan.
Kinerja positif Provinsi ini turut didukung oleh kabupaten/kota di Gorontalo, di mana total pendapatan daerah mencapai 85,85% dan belanja menyentuh 76,05%, menegaskan sinergi kuat untuk pembangunan regional.
Secara keseluruhan, pencapaian APBD 2025 ini menegaskan bahwa Provinsi Gorontalo berada pada jalur yang tepat dalam menjalankan tata kelola keuangan daerah secara akuntabel, efisien, dan responsif. *