Berita
Show: Gorontalo Percepat Cetak Sawah 5.6 Ribu Hektare, Target Rampung Maret 2026

Gorontalo Percepat Cetak Sawah 5.6 Ribu Hektare, Target Rampung Maret 2026

Posted, 3 months ago (DINSOS Prov. Gorontalo)

TRIBUNGORONTALO.COM, Gorontalo — Pemerintah Provinsi Gorontalo terus menggenjot sektor pertanian sebagai penopang utama ketahanan pangan daerah. Salah satu langkah yang kini dipercepat adalah perluasan lahan padi melalui program cetak sawah.

Hingga awal tahun 2026, luas lahan sawah yang masuk dalam program tersebut mencapai 5.642 hektare. Seluruh areal itu ditargetkan sudah rampung dicetak dan siap ditanami paling lambat pada Maret 2026.

Kepala Dinas Pertanian Provinsi Gorontalo, Muljady Mario, mengatakan percepatan cetak sawah menjadi strategi penting untuk menjaga kesinambungan produksi beras, terutama di tengah tantangan perubahan iklim yang berdampak pada pola tanam petani.

“Total cetak sawah kita mencapai 5.642 hektare. Saat ini seluruhnya sudah dikontrakkan dan sementara berproses di lapangan,” ujar Muljady saat ditemui di sela kegiatan panen raya jagung, Kamis (8/1/2026).

Menurut Muljady, pengerjaan dilakukan bertahap. Pada tahap awal, fokus diarahkan pada pembukaan sekitar 1.000 hektare lahan, bersamaan dengan penyiapan infrastruktur pendukung serta pengaturan sistem tanam.

“Targetnya, seluruh lahan tersebut sudah selesai dicetak sampai Maret 2026,” katanya.

Perluasan sawah ini dinilai berkontribusi langsung terhadap posisi Gorontalo sebagai salah satu daerah surplus beras. Berdasarkan perhitungan antara kebutuhan penduduk dan produksi, Gorontalo saat ini mencatat kelebihan pasokan sekitar 13 ribu ton beras.

“Itu sudah dalam bentuk konversi beras. Jadi memang kita surplus dibandingkan kebutuhan masyarakat,” jelas Muljady.

Surplus tersebut, lanjutnya, tidak hanya berasal dari penambahan luas sawah, tetapi juga dari optimalisasi lahan yang sudah ada. Salah satu langkah yang dilakukan adalah mendorong peningkatan indeks pertanaman.

“Areal yang sebelumnya hanya ditanami sekali dalam setahun kita dorong menjadi dua kali tanam. Lahan yang tahun lalu tidak ditanami juga kita upayakan kembali ditanami tahun ini,” ujarnya.

Meski demikian, Muljady mengakui kondisi di lapangan tidak selalu ideal. Sejumlah lahan sempat tidak dapat dimanfaatkan secara maksimal akibat faktor alam, seperti banjir di beberapa wilayah dan kekeringan di wilayah lainnya.

“Ada lahan yang terdampak banjir, ada juga yang mengalami kekeringan. Itu memang faktor alam yang tidak bisa kita hindari,” katanya.

Kendati menghadapi kendala tersebut, pemerintah daerah memastikan seluruh lahan tetap masuk dalam perencanaan ke depan. Upaya optimalisasi akan kembali dilakukan pada musim tanam berikutnya agar potensi sawah dapat dimanfaatkan secara maksimal.

Selain padi, sektor pertanian Gorontalo juga ditopang oleh komoditas jagung. Pada tahun terakhir, produksi jagung daerah ini tercatat mencapai 1,2 juta ton, melampaui target awal yang berada di kisaran 1 juta ton.