KBRN, Gorontalo - Provinsi Gorontalo tercatat memiliki 8 Kawasan Konservasi Perairan sebagaimana tercantum dalam Perda RTRW Provinsi Gorontalo Nomor 2 Tahun 2024.
Dari jumlah tersebut satu kawasan telah resmi ditetapkan oleh Menteri Kelautan dan Perikanan, yakni Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo seluas 76.580,48 hektare, sementara tujuh kawasan lainnya masih berstatus pencadangan oleh Gubernur dengan luas 82.551 hektare.
Pengelolaan kawasan konservasi perairan memiliki tujuan utama untuk melindungi, melestarikan, dan memanfaatkan sumber daya ikan serta lingkungannya secara berkelanjutan.
Selain itu, konservasi dilakukan untuk menjaga keanekaragaman hayati, mempertahankan fungsi ekologis, menjamin keberlanjutan genetik, serta meningkatkan kesejahteraan masyarakat pesisir sesuai dengan program agromaritim yang digaungkan Gubernur Gsunar Ismail dan Wagub Idah Syahidah.
Sebagai upaya meningkatkan tata kelola Kawasan Konservasi Daerah (KKD) Teluk Gorontalo, Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Provinsi Gorontalo menyelenggarakan Sosialisasi Kemitraan dan Penandatanganan Perjanjian Kemitraan Kawasan Konservasi Perairan Teluk Gorontalo, Kamis (20/11/2025). Kegiatan ini dibuka Sila N Botutihe Kepala DKP Provinsi Gorontalo.
Narasumber dalam kegiatan ini meliputi Kepala DKP Provinsi Gorontalo, Kepala Dinas Pariwisata Provinsi Gorontalo, serta narasumber dari Direktorat Konservasi Ekosistem Ditjen Pengelolaan Kelautan KKP RI yang hadir secara daring. Kegiatan turut dihadiri oleh perwakilan OPD Provinsi dan Kabupaten/Kota, BPSPL Makassar, Direktorat Penataan Ruang Laut KKP RI, akademisi, dive center dan dive operator, KOMPAK, POKMAS, POKDARWIS, serta Tim Kerja SUOP KKD Teluk Gorontalo.
Dalam sambutan dan arahannya Sila N. Botutihe menegaskan bahwa perairan Teluk Gorontalo memiliki keunikan fenomena alam dengan daya tarik yang tinggi serta potensi besar dalam pengembangan perikanan dan pariwisata berkelanjutan.
"Kawasan ini menjadi habitat berbagai biota dilindungi termasuk Hiu Paus, yang juga menjadi destinasi wisata unggulan Gorontalo. Selain itu, kawasan tersebut memiliki terumbu karang berkualitas tinggi dengan ciri khas sponge Salvador Dali yang tersebar dari Perairan Olele hingga Biluhu Timur," kata Sila Botutihe.
Sila mengungkapkan di kawasan ini beragam biota seperti ikan napoleon, penyu, hiu black tip, serta jalur migrasi mamalia laut seperti orca, paus pilot, paus sperma kerdil, lumba-lumba, hingga kemunculan paus biru juga ditemukan di kawasan konservasi ini. (mcgoorntaloprov/yanto)