Loading...
Kadinsosdukcapil Gorontalo Pastikan Peserta PENAS Tani Nelayan XVII Asal Sumsel Dapat Layanan Kesehatan Optimal
2026-06-22
Kadinsosdukcapil Gorontalo Pastikan Peserta PENAS Tani Nelayan XVII Asal Sumsel Dapat Layanan Kesehatan Optimal


Kabupaten Gorontalo – Pemerintah Provinsi Gorontalo melalui Dinas Sosial, Kependudukan, dan Pencatatan Sipil (Dinsosdukcapil) terus memastikan seluruh peserta Pekan Nasional (PENAS) Tani Nelayan XVII mendapatkan pelayanan terbaik selama mengikuti rangkaian kegiatan di Gorontalo.


Komitmen tersebut ditunjukkan melalui respons cepat petugas pemondokan dan tim kesehatan saat salah seorang peserta kontingen asal Kabupaten Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, mengalami gangguan kesehatan.


Peserta bernama Ariyanto (49) dilaporkan mengalami diare dan muntah yang diduga akibat kelelahan setelah mengikuti sejumlah agenda kegiatan PENAS Tani Nelayan XVII.


Begitu menerima laporan, petugas pendamping sekaligus penanggung jawab pemondokan dari Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo segera berkoordinasi dengan tim medis yang disiagakan oleh Dinas Kesehatan Kabupaten Gorontalo selama 24 jam.


Tim medis kemudian melakukan pemeriksaan dan penanganan awal di lokasi pemondokan peserta di Desa Bongohulawa, Kecamatan Limboto, Kabupaten Gorontalo. Selanjutnya, pasien dibawa ke Posko Kesehatan PENAS untuk mendapatkan perawatan lebih lanjut.


Kepala Dinsosdukcapil Provinsi Gorontalo, Reflin Buata, secara langsung menjenguk peserta tersebut di Posko Kesehatan sebagai bentuk perhatian dan kepedulian Pemerintah Provinsi Gorontalo terhadap seluruh peserta yang datang dari berbagai daerah di Indonesia.


"Alhamdulillah, saat saya menjenguk tadi malam, kondisi peserta sudah stabil setelah mendapatkan penanganan yang cepat dan tepat dari tim medis. Setelah menjalani perawatan, yang bersangkutan juga telah diantar kembali ke pemondokan untuk beristirahat," ujar Reflin.


Reflin menegaskan bahwa pelayanan kesehatan menjadi salah satu aspek penting yang terus diperhatikan selama pelaksanaan PENAS Tani Nelayan XVII. Oleh karena itu, koordinasi antara panitia, petugas pemondokan, liaison officer (LO), serta tenaga kesehatan terus diperkuat untuk memastikan setiap kebutuhan peserta dapat ditangani dengan cepat.


"Kami ingin memastikan seluruh peserta merasa aman, nyaman, dan terlayani dengan baik selama berada di Gorontalo. Karena itu, komunikasi dan koordinasi antarpetugas terus kami tingkatkan agar setiap kondisi yang membutuhkan penanganan dapat segera ditindaklanjuti," tambahnya.


Sementara itu, Ketua Rombongan Kabupaten Banyuasin, Saiful Lizan, menyampaikan apresiasi atas kesigapan petugas dan tenaga kesehatan yang telah memberikan pelayanan kepada peserta kontingennya.


Menurut Saiful, sejak peserta mengeluhkan sakit perut, muntah, dan diare, petugas pemondokan langsung berkoordinasi dengan tim medis sehingga penanganan dapat dilakukan dengan cepat.


Saat ini, kondisi Ariyanto dilaporkan telah membaik dan stabil setelah mendapatkan perawatan dari dokter dan tenaga kesehatan yang bertugas di Posko Kesehatan PENAS Tani Nelayan XVII.


Kesiapsiagaan petugas pemondokan dan tenaga kesehatan ini menjadi bagian dari komitmen Pemerintah Provinsi Gorontalo dalam memberikan pelayanan prima kepada seluruh peserta PENAS Tani Nelayan XVII, sekaligus menciptakan suasana kegiatan yang aman, nyaman, dan kondusif hingga seluruh rangkaian acara selesai.


( PPID Dinsosdukcapil Owan)

Komentar
Chat WhatsApp Museum